Prau mencekam? Part 1

Sekitar akhir Juni 2019 hamba dan teman-teman melakukan perjalanan pertama kalinya untuk pendakian gunung di Jawa Tengah. Siapa yang tidak kenal dengan salah satu gunung yang memang jadi primadona disana, sebut saja Gunung Prau namanya. Memang tidak diragukan lagi keindahan sunrise point di gunung kecil ini memang sangat sangat amat indah eak lebay wkwkwk. Memulai perjalanan dari Malang kami yang berjumlah 9 orang membawa 2 mobil menuju Dieng Wonosobo. Hamba berangkat sekitar magrib. Kemarin kurang lebih subuh kami sudah berada di Dieng. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 12 jam perjalanan dan istirahat, lumayan buat pemanasan bokong agak bergetar gimana gitu ya. Sampai daerah Dieng kami menyempatkan untuk membeli logistik sebelum menuju basecamp, sekalian mencari sunrise di pasar tradisional sana. Memang niat hamba dan teman-teman mencari logistik disana agar sayur yg dimasak di puncak nanti keadaannya masih segar. Setelah logistik perbekalan semua sudah lengkap kami langsung melanjutkan perjalanan. Sesampainya di basecamp Patak Banteng langsung bergegas turun dan salah satu perwakilan mendaftar surat izin mendaki eh nggak taunya masih tutup, soalnya emang tempat pendaftarannya buka pada jam jam yang sudah ditentukan. Sembari menunggu basecamp buka hamba dan teman-teman sarapan dan ngopi. Sekitar jam 8 basecamp sudah buka kok, kemudian langsung packing manja semua peralatan dan logistik yang dibawa.

Basecamp – Pos 1

Start tracking dimulai sekitar jam 9 pagi. Ada sedikit kemelud yang melanda dan akhirnya memecah hamba dan teman-teman menjadi 2 rombongan. Rombongan pertama sudah naik sampai pos 1 sedangkan hamba dibelakang masih ngurusin salah satu teman yang kondisi fisiknya lagi drop, mungkin karena kecapean selama perjalanan, awalnya sih tetep maksa buat naik tapi waktu sampai di pos 1 dia malah melambaikan tangan dan bilang aku gak kuat, aku ngojek turun aja. Setelah selesai semua hamba yang dibelakang menyusul rombongan dan kami berkumpul lagi di pos 2. Karena hamba dan teman-teman “pecel lele” pendaki cepat lelah dan letih ya jadi santai banget perjalananya. Yang harus ditempuh selama 2 jam saja, kami molor sampai kurang lebih 3 jam.

Pos 4 – Sunrise Camp

Sesampainya di puncak sunrise point sempat ada adu argumen tempat untuk mendirikan tenda disebelah mana dengan teman-teman dan akhirnya keputusan yang dipilih kami mendirikan tenda tepat ditengah-tengah apitan bukit atau lembah. Jarak dari tenda pendaki lain mungkin sekitar 100 meteran, disitu kami menyendiri dan langsung mulai mendirikan tenda. Makan siang untuk mengembalikan tenaga yang sudah terkuras. Kemudian sharing santai dengan beberapa teman sembari istirahat.

Sunrise Camp

Mungkin segitu dulu ya ceritanya, besok hamba lanjut lagi. Nulis beginian agak susah juga, apalagi kalo belum mood. Semoga terhibur sama jangan lupa tunggu dan baca juga kelanjutannya, hehe

Diterbitkan oleh Krisna Yoga Saja

Hanya seorang pemuda yang senang berlalu-lalang dan ingin menuangkan dengan tulisan apa yang dialaminya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai